
Semarang 24 Februari 2026 – Dalam upaya memperkuat kehadiran digital dan mendekatkan layanan kepada pemustaka, Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang (Polines) melakukan langkah strategis melalui program Optimalisasi Media Sosial. Program ini merupakan hasil kolaborasi intensif selama kegiatan Job Training mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro (Undip).
Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro — Abdullah Jalal Mahmud, Ilham Syahputra, dan Minan Faiz Fausta Rafa — telah menginisiasi langkah strategis yang berfokus pada transformasi cara perpustakaan berkomunikasi di ruang digital melalui pendekatan yang lebih modern dan interaktif. Mereka secara kreatif menyusun strategi konten yang tidak hanya informatif tetapi juga relevan dengan tren media sosial saat ini guna meningkatkan keterlibatan (engagement) para pemustaka di lingkungan Polines. Upaya ini diharapkan mampu mengubah citra perpustakaan menjadi pusat informasi yang dinamis, inklusif, dan lebih mudah diakses oleh generasi digital melalui genggaman gawai mereka.
Sebagai langkah konkret dalam mewujudkan transformasi tersebut, ketiga mahasiswa ini merumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) Postingan Instagram yang komprehensif bagi UPA Perpustakaan Polines. SOP ini dirancang untuk menjamin konsistensi visual, keteraturan jadwal unggahan, serta kesesuaian gaya bahasa agar pesan yang disampaikan tetap profesional namun tetap ramah bagi kalangan mahasiswa. Dengan adanya panduan baku ini, pengelolaan media sosial perpustakaan kini memiliki alur kerja yang lebih terstruktur, mulai dari tahap riset ide konten hingga evaluasi performa setiap unggahan.
Tidak berhenti pada penyusunan regulasi internal, Abdullah, Ilham, dan Minan juga melakukan transfer pengetahuan melalui program Pelatihan Aplikasi CapCut yang ditujukan khusus bagi para pustakawan. Dalam sesi pelatihan interaktif ini, mereka berbagi teknik penyuntingan video pendek yang kreatif, mulai dari pengambilan gambar yang menarik, penggunaan transisi yang halus, hingga pemilihan musik latar yang sedang tren. Inisiatif ini bertujuan untuk membekali staf perpustakaan dengan kemandirian teknis dalam memproduksi konten audiovisual berkualitas tinggi yang mampu menarik perhatian audiens secara instan.
Antusiasme para pustakawan selama pelatihan menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital adalah kebutuhan mendesak bagi eksistensi perpustakaan di era modern. Melalui integrasi antara SOP yang tertata dan peningkatan kemahiran dalam menggunakan aplikasi pengolah video, UPA Perpustakaan Polines kini memiliki fondasi yang kuat untuk terus berinovasi. Sinergi antara kreativitas mahasiswa Undip dan pengalaman para praktisi di Polines ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas institusi mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan literasi digital di lingkungan kampus.