Text
Kau, aku, dan sepucuk angpau merah
Borno, bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian Kapuas. Selepas lulus sekolah, dihabiskan waktunya mencari nafkah dengan kerja serabutan. Mulai dari bekerja di pabrik pengolah karet yang baunya luar biasa, membantu Cik Tulani di warungnya, menunggu toko kelontong Koh Acong, ikut melaut mencari sotong. Disuruh-suruh tetangga memperbaiki genteng, toilet mampet, jendela lepas, bahkan mencari kucing hilang. Hingga akhirnya menjadi pengemudi sepit. Kemudian ia berkembang menjadi pemilik bengkel dan berkongsi dengan bapaknya Andi, sahabat baiknya.
Mei, si gadis sendu yang misterius. Seorang guru di sebuah yayasan. Wanita yang telah menyita perhatian Borno, penumpang specialnya di sepit Borneo. Rambutnya panjang, keturunan Melayu Pontianak, dengan wajahnya Cina Peranakan. Kau disini adalah Mei, Aku adalah Borno, dan sepucuk angpau merah yang merupakan surat yang ditulis Mei untuk Borno, sebagai misteri menjadi penutup paling sakti dari sebuah rahasia besar, yang kebenarannya baru bisa diketahui di bab terakhir novel ini.
Tidak tersedia versi lain